PADA PAGI
Cuit menyahut riuh di rumah siputku
Hamparan permadani oranye membentang
Gesekan ban dan alas kaki berdecit ria
Tetesan mutiara hinggap di ruas-ruas ilalang
Hembusan irama pendorong gelora hidup menyusupiku,
Meredam sendu sedanku
Meremukkan keperihanku
Meluruhkan benteng kristalku.
Pada pagi...
Aku menyemai suka di awang-awang,
Ria hidup terurai meliukkan dedaunan.
Pada pagi...
Kekanakanku meraga terbang temui kepingan memori itu
Akan cerita pada pangkuan dan belaian Bunda.
Takalar, September 2013.
----
Penulis : Wa Ode Puspa Khairunnisa
Selasa, 29 Oktober 2013
YANG SAMA
Puisi
YANG SAMA
Oleh : Wa Ode Puspa Khairunnisa.
Nyaris sama; angin malam menyentuh pucuk klorofil
Ada gulita bergelayutan pada langit
Hamparan permadani bintang berkedip ria
Melodi rindu susupi ruas jemariku.
Hampir sama; tekstur lekukan dinding ini
Jejak tapakan tempeli tanah ini
Butiran kerikil bening menggantung di ujung atap.
Masih sama ; Aroma khas kisah romantika ini
Jengkal hadirmu terhitung oleh romaku
Remah-remah bekas napasmu kubangun.
Beri aku...
Yang sama; jiwa seutuh ragamu.
Takalar, 21 September 2013
YANG SAMA
Oleh : Wa Ode Puspa Khairunnisa.
Nyaris sama; angin malam menyentuh pucuk klorofil
Ada gulita bergelayutan pada langit
Hamparan permadani bintang berkedip ria
Melodi rindu susupi ruas jemariku.
Hampir sama; tekstur lekukan dinding ini
Jejak tapakan tempeli tanah ini
Butiran kerikil bening menggantung di ujung atap.
Masih sama ; Aroma khas kisah romantika ini
Jengkal hadirmu terhitung oleh romaku
Remah-remah bekas napasmu kubangun.
Beri aku...
Yang sama; jiwa seutuh ragamu.
Takalar, 21 September 2013
Langganan:
Postingan (Atom)